Sejarah Dalam Pembelajaran Abad 21

Pendidikan di Indonesia dewasa ini mulai mengarah pada pengembangan manusia yang menyeluruh, salah satunya adalah dengan kembalinya mata pelajaran sejarah pada materi wajib yang diajarkan di tingkatan sekolah menengah. Walaupun pada perkembangannya sejarah di SMK kembali dipangkas demi memberikan ruang yang lebih luas pada materi-materi produktif. Keberadaan sejarah pada hakikatnya ditujukan untuk membangun kembali karakter manusia Indonesia yang seolah olah tidak lagi mengIndonesia.

Karakter bangsa ini seolah semakin hilang tergerus pada kemampuan kognitif dan pengetahuan belaka. Sejarah diharapkan kembali mampu menghadirkan karakter Religius, Nasionalis, Integritas, Mandiri dan Gotong Royong melalui pola pembelajaran yang tepat. Memang pada dasarnya sejarah merupakan sebuah gabungan materi yang mampu menjawab tantangan tersebut, hanya saja mainset siswa bahkan orang-orang di Indonesia yang sudah lebih dahulu menganggap pelajaran sejarah sebagai pelajaran yang membosankan.

Bukan salah jika banyak yang berkata seperti itu, karena memang model dan media pembelajaran sejarah dianggap terbatas. Akan tetapi keberadaan pembelajaran abad 21 sepertinya menjawab tantangan tersebut. Hal ini juga tidak terlepasa dari perubahan kurikulum pembelajaran yang semakin mendorong guru untuk terus berinovasi dan berkreasi terhadap cara serta pola pembelajarannya. Dalam sejarah berceramah bukanlah hal yang tidak boleh dilakukan tapi bagaimana merubah ceramah pada tingkat atau level yang lebih tinggi. Hal ini juga berlaku pada model pembelajaran lainnya.

Tidak bisa sebuah model hanya terpaku pada sintak yang ada melainkan perlu adanya modifikasi sebagai cerminan munculnya Kreatifitas, Berfikir Kritis, Kerjasama, dan Juga Komunikasi. Pertanyaannya adalah mampukah guru mempraktikkan pembelajaran sejarah pada pola yang tepat?. Pertanyaan ini merupakan tantangan bagi para guru sejarah agar sejarah tidak lagi dipandang sebelah mata. Bangsa ini kembali menjadi bangsa yang kerdil karena tidak menghargai sejarahnya. Keberadaan sejarah dalam pembelajaran abad 21 juga harus mengantarkan bukan hanya peserta didik, melainkan para guru-guru sejarah serta masyarakat dapat kembali melihat sejarah sebagai sebuah definisi keberadaan masa lalu yang penting dan berpengaruh pada masa depan sehingga tidak kembali mengulang hal-hal yang sama.

Bagi para guru sejarah dalam pembelajaran abad 21 diharapkan mau untuk mengembangkan metode dan model secara kreatif dan tidak kalah dengan mata pelajaran lainnya. Para guru sejarah harus menjadi pioner untuk tidak membosankan terus kreatif menemukan dan menuangkan ide demi keberlanjutan kisah negeri. Hal kedua adalah guru sejarah jangan hanya teks book dan merujuk pada buku pelajaran saja. Para peserta didik kini harus lebih di jejali tentang informasi dari berbagai sumber karena mereka adalah otak-otak hampa yang haus akan informasi. Mengarahkan dan menyediakan informasi yang tepat akan merangsang mereka untuk berfikir kritis. Pembelarajaran sejarah juga jangan dibangun hanya atas pengetahuan individual saja melainkan perlu kolaborasi ilmu dan pengalaman . Disinilah peran serikat guru sejarah dalam menunjang pembelajaran abad 21. Serikat guru macam MGMP maupun serikat guru lainnya sebaiknya mampu mewadahi sebuah pengalaman komunitas untuk terus memajukan pembelajaran.

Hal terakhir yang perlu dikembangkan adalah masalah komunikasi. Komunikasi merupakan muara dari pembelajaran abad 21, dimana segala yang dilakukan tidak akan menunjukkan hasilnya apabila tidak didukung dengan komunikasi yang baik. Komunikasi disini bukan hanya berkomunikasi secara verbal melainkan juga bentuk komunikasi nonverbal. Dengan cara ini diharapkan sejarah mampu menjawab tantang dan mengemban tanggung jawab sebagai agent of change pada pembelajaran abad 21 sehingga manusia Indonesia tidak lagi hanya menjadi manusia yang cerdas dan pintar saja dalam hal kognitif ataupun psokomotorik tapi juga memiliki karakter yang kuat sebagaimana telah ditunjukkan dalam the story of Indonesia perjuangan yang tanpa henti demi mesujudkan republik ini.

Tinggalkan komentar